Untuk kedua sahabat hatiku...
Untuk sahabat hati,
Aku percaya, bahwa saat kata2 tak lagi dapat mengunggkapkan isi hatiku yang terluka, jariku yang bergetar, dan asaku yang tak lagi bergelora..tapi kehadiran matamu yang meluapkan isi luka hatiku, menegangkan jariku, dan menggelorakan kembali asaku..
Kau bukan sesuatu, dan kau juga bukan sesaat, kau juga bukan kehidupan, tapi kau adalah seorang sahabat hatiku..
Saat air mata yang mengalir dihati yang penuh dengan luka berdara merah tak berujung menentramkan seluruh bengawan yang kesepian..
Aku merindumu, tak terkatakan, tapi terasakan oleh seluk beluk mata dinding hatiku yang tertipis seperti ari bayi yang baru..Andai dapat kukatakan semua!Semua yang kurasa, semua yang terindah, semua kepedihan karenanya, kebingungan ku kepadanya, kekecewaanku kepada mereka yang telah mengkhianati hati ini..
Aku merindumu, merindu setengah mati..berharap dapat menangis dipelukmu saat air dipelupuk mata yang tak lebar ini tak tetahankan lagi, saat kedipan mata ini memintaku untuk berkata...
Aku masih teringat saat kita menangis bahagia ketika engkau bahagia karenanya..kita menangis tersedu sedak saat aku terluka karenanya..Kita bahagia walaupun hanya berselimut luka dan jenaka saat itu..
Aku merindu saat itu, merindu setengah mati..Andai kau tahu hati ini..Hati yang tergores dan terluka membawaku tertidur lelap dalam seluk maluk memori yang tertinggal..hingga ku tau kau ada didekat hatiku..
Aku merindumu, merindu setengah mati akan pelukan mata liarmu, kecupan tangis bahagiamu, dan tamparan perasaanmu kepada dinding cintaku..
Aku merindumu, merindu setengah mati....


Comments